Kamis, 03 Juni 2010

aku (sangat) ingin #1


bismillah....


aku (sangat) ingin memakimu
dengan kata-kata yang paling buruk yang pernah didengar dunia

tapi, hatiku menahanku

aku (sangat) ingin memarahimu
dengan amukan yang paling dahsyat yang pernah di kenal sejarah

tapi, sekali lagi hatiku menahanku

aku (sangat) ingin mencabik-cabik dirimu
dengan cara yang paling mengerikan
hingga ibumu pun tak mampu mengenali mayatmu
tapi, lagi-lagi hatiku menahanku

hatiku terus menahanku

ia meyakinkanku untuk tidak melakukan semua itu
hanya karena biar aku tak jadi sama sepertimu.....ISRAEL !!!
walaupun dia tau, aku (sangat) ingin....

Rabu, 14 April 2010

lukaku

bismillah....


kueja sedihku diatas tanah di sudut lembah
berharap ia akan segera terbaca
angin malam menghembus perlahan lukaku
meredakan perihnya

aku ditusuk dari belakang
oleh diri sendiri
adakah yang lebih sakit dari itu?

hidup mengajarkan segalanya
tapi aku belum belajar apapun

Selasa, 16 Februari 2010

la tahzan

anakku menangis...
Ia terjatuh dalam lingkaran umurnya..
Aku tidak sedih...
Dia heran..
Kukatakan padanya...
'sayangku...kelak kau akan tersenyum karena kau jatuh'

Jumat, 11 Desember 2009

dengarkan aku!

ketika kukatakan kau jangan berhenti
maka jangan berhenti!
ketika kubilang jangan menyerah
maka jangan sekalipun menyerah!

dengarlah...
aku hatimu, yang memberi perintah!
maka turuti aku sekarang juga
karena kali ini,
otakmu sedang tak bisa kau ajak bicara


jam 10 lebih delapan malam
9 desember 2009

ada jurang dimana mana

di kanan jurang
dikiri jurang
didepan jurang
dibelakang jurang

lalu dimana aku?
karena dibawahku pun jurang
diatasku?
aku tak tau ada apa disana
mungkin sekarang aku didalam jurang

dimana aku?
melayang disudut bumi
tertahan dibalik mega-mega

keluarkan aku!
atau aku harus keluar sendiri?

jam 10 lebih dua belas malam
9 desember 2009

didalam embun

tertahan didalam embun
tenang,
membuatku bernafas lebih lega
karena ruang itu hanya untukku

tertahan didalam embun
dingin,
membantuku meresapi hampa hatiku
merasa betul betul sepi di tengah bising suara jangkrik
membuat malam terasa semakin gelap, pekat dan panjang

tertahan didalam embun
bergulir,
lantas membawaku melintasi kota-kota seakan dari balik kaca bening
diatas daun keladi

tertahan didalam embun
membuatku semakin terperangkap
di antara batas khayalan didalam sini dan kenyataan diluar sana

dan kini
aku masih terperangkap didalamnya
mencari dan merasakan alam nyata dari sini
dan ternyata..
tak kan mungkin..


setengah 11 malam kurang 8 menit
9 desember 2009

wajah wajahku

kutatap wajah itu
wajah wajah dalam cermin kosong
wajah wajah yang bertempur dengan usia
bertempur dengan keadaan, bertempur dengan kenyataan
bertempur dengan hidup

kutatap wajah itu
wajah wajah dalam cermin buram
wajah wajah yang terlihat suram
terlihat nelangsa, terlihat menderita
rapuh

kutatap wajah itu
wajah wajah dalam cermin yang kuusap perlahan
wajah wajah tanpa ekspresi,
tanpa kehangatan, tanpa bulan sabit yang merekah
tak terbaca satu ceria disana

kutatap wajah itu
wajah wajah dalam cermin yang kubersihkan sendiri
berpadu membentuk satu wajah yang sangat kukenal
itu
wajahku

setengah 11 lewat 1 menit malam
9 desember 2009